Bergerak
tanpa arah, maju, mundur atau apapun yang akan membawa kedua kaki ini
tetapi dirinya tetap tidak tau arah, selalu bingung, dipenuhi kebimbangan.
Disini terdiam terkadang merenungi diri sendiri, tetapi terkadang terdampar
disebuah dunia hampa khayalan yang seakan membuai ku kedunia alam bawah sadar.
Menyadarkan bahwa semua tantangan hidup berada tepat didepan ku. Bukan sepi
tapi tawa, aku melihat mereka tertawa bukan kepadaku tetapi kepada sosoknya.
Sosok wanita yang tak tau arah, kadang melangkah maju tetapi terkadang dia
hampa dan kembali berjalan terus kebelakang. Terpendamkah? semua seakan
terlihat klise. Banyak kesempatan tetapi dibuang sia sia, harapan yang
terhempaskan tetapi masih melekat erat di pelupuk jiwa.
![]() |
| Kerangka Kehidupan |
Hitam
tak selamanya hitam, tak selamanya jelas, dan tak selamanya gelap. putih tak
selamanya putih, tak selamanya terang dan tak selamanya suci. Siapapun, apapun
yang tuhan ciptakan didunia ini bukan tergantung kepada siapa pemiliknya,
tetapi siapa yang mampu menghargai dan mampu mengikhlaskannya. Cahaya lilin
kecil ataupun kobaran api membara itu tak ada bedanya, sama saja. Sikap dan
watak pun sama saja. Perbedaan mendalam hanya akan terasa apabila tuhan tidak
menghendakinya. Tuhan “aku ingin bahagia” . “selamanya” terlalu egois kah
keinginanku? Meminta sebuah kebahagiaan kepadamu? Tak mesti dengannya, dengan
pilihanmu pun aku akan bahagia. “Hanya bahagia tuhan” tidaklah lebih yang ku
pinta. Abu abu tak selamanya dipenuhi kesamaran dan ketidakjelasan. Mungkin abu
abu mempunyai makna tersendiri untuk menggambarkan jati dirinya.
Yolanda Rizwany

Tidak ada komentar:
Posting Komentar