Sendu itu datang ketika udara didalam rongga hati mulai terminimalisir oleh keadaan, Rasa itu umpama atau ibarat ketika sebuah kata mulai memudar, Sejenak melihat anda dari
kejauhan, memandang dan menatap sesosok adam yang berdiri tegak searah dengan cahaya mata seorang hawa, Berada ditepi atau ditengah sama saja
![]() |
| Sendu dan Semua Perkaranya |
Perlahan hati tergerak melangkah jauh menghindar, Namun sekali lagi bayangan sendu masih menahan ku disetiap sudut, setiap titik bahkan disetiap celah, Biarkan sang hawa menemukan bayangan sendu atau semunya sendiri, Biarkan hawa berpikir dengan logikanya sendiri, Sampai bayangan sendu atau semu menjadi bayangan pasti
Deretan Sajak Diakhir Juni
Yolanda Rizwany

Tidak ada komentar:
Posting Komentar