Labels.

Sabtu, 29 Juni 2013

Sendu dan Semua Perkaranya








































Sendu itu datang ketika udara didalam rongga hati mulai terminimalisir oleh keadaan, Rasa itu umpama atau ibarat ketika sebuah kata mulai memudar, Sejenak melihat anda dari kejauhan, memandang dan menatap sesosok adam yang berdiri tegak searah dengan cahaya mata seorang hawa, Berada ditepi atau ditengah sama saja
Sendu dan Semua Perkaranya
tergantung dari sudut mana sang adam melihat hawanya, Kata bersajak, antonim, anonim, imbuhan ataupun kata penghubung belum cukup dengan jelas menggambarkan bayangan tegak yang sendu dilihat tapi mampu membuat jantung berdetak tak terkendali  bahkan dengan memalingkan pandangan sekalipun  detakan itu masih terasa begitu cepat, Tertahan dan masih tertahan dengan seribu perkara tentang sendu, Terkadang ingin berlari dan menghampiri bayangan semu diseberang sana, diseberang arah yang berlawanan, bayangan yang terasa asing namun masih setia berdiri tegak menunggu sang hawanya
Perlahan hati tergerak melangkah jauh menghindar, Namun sekali lagi bayangan sendu masih menahan ku disetiap sudut, setiap titik bahkan disetiap celah, Biarkan sang hawa menemukan bayangan sendu atau semunya sendiri, Biarkan hawa berpikir dengan logikanya sendiri, Sampai bayangan sendu atau semu menjadi bayangan pasti

Deretan Sajak Diakhir Juni                                                                
                                                                                                                             Yolanda Rizwany



Tidak ada komentar:

Posting Komentar