Labels.

Sabtu, 24 Agustus 2013

Paras Datar Suguhan Panggung

Aura datar yang seolah tak pernah berhenti datang, Angin mengantarkannya ke tepian dari dasar semua jiwa, Hawa putih dan kabut datang namun tidak menyentuh, Dikala paras menjemputnya wajah datar kembali bersemayamam, Mempublikasi dari pelupuk mata,
Paras Datar Suguhan Panggung
Namun kerutan kening selalu terpapar, Paras datarnya terus menyelimuti, Tangannya terpaku namun hangat tersentuh, Mulutnya mengecap mungkin sebatas sikap, Lalu helaan nafas memberikannya sebuah singgungan, Sayupan mata ciri ketenangan, tutur lembutnya tajam namun sebatas salam
Eratan pengintai selalu melepasnya, Kertas putih itu kini penuh tulisan, 
Berbagai warna namun dia hanya melirik hitam
sama saja artinya..
Seperti arena dalam seni drama
lalu dimana letak keunggulannya?
sebatas kumpulan sandiwara dan fragmenkah?
atau sebagai penerang dalam berbagai naskah?
lalu diperkenankan sebagai pengisi dalam arena pentas sandiwara.
yang jelas bukan aliran para pemuda keparat yang disuguhkan untuk kebutuhan panggung.


                                                                                                                                 

                                                                                                                                  
                                                                                                                                         Yolanda Rizwany