Labels.

Kamis, 01 November 2012

Sapaan Angin


Seketika menyapa, menyambutku dengan indah, membangunkan aura lembut pagi hari
Terkadang berwarna pekat seperti cahaya, Terkadang menetes manis bagai embun pagi
Sapaan Angin
Tetapi terkadang berbau menyengat bagai bangkai tak berdosa, Ada apa? Kau bukan lukisan! Kau juga bukan pajangan atau hiasan dinding belaka! Kau panorama indah !
Beriak bagai air ! Tersenyum mengoyak jantung ! Akal sehat terbalik sempurna! Ketika salah satu dari mereka bertindak maka semuanya kacau balau, Aku menunggunya, Menunggu sapaan angin hangat dari nya, Terteguh diam sampai melihat angin mengedipkan sayupan matanya, menghempas pelan kibasan resahnya, alunan rindunya, Seakan tak segan menoleh kebelakang hanya untuk melihatnya berjalan menyapa desahan angin, tiupannya hangat, dan melepas semua kejenuhan raga desakan sang jiwa


                                                                                                                            


                                                                                                                                    Yolanda Rizwany




Tidak ada komentar:

Posting Komentar