Dosakah
bila jiwa melepas lalu menariknya kembali? Karikatur sederhana yang
dipadu padankan pada sosok makhluk seperti adam, Serbuk serbuk putih
melekat lalu dibayangi kilauan cahaya, Termanggu jiwa dibelantaran raga,
Menyaksikan kokohnya pintu perbedaan, Jiwa berdecak kagum lalu menunduk
pilu, Saat tersadar jiwa berada dipenghujung jalan, Saat tersentak jiwa
berada diawal kemunduran, lalu sontak mengusir nya berlari pergi, Raga lelah dan terus berlari, Berlari dan hanya dia yang tau kapan berhenti, apapun itu biarkan air mengalir dan tanah meresapnya, apapun itu biarkan hiruk pikuk berlalu dan rasa hanya melewatinya, apapun itu biarkan langkah menjauh walau bayangan terus mengerjarnya, apapun itu biarkan sentuhan membangunkannya sampai langkah kembali memanggilnya, apapun itu biarkan angin berlalu sampai kafilah kembali memulainya .
Yolanda Rizwany