Seketika menyapa, menyambutku dengan indah, membangunkan aura lembut pagi hari
Terkadang berwarna pekat seperti cahaya, Terkadang menetes manis bagai embun pagi
Terkadang berwarna pekat seperti cahaya, Terkadang menetes manis bagai embun pagi
![]() |
| Sapaan Angin |
Beriak bagai air ! Tersenyum mengoyak jantung ! Akal sehat terbalik sempurna! Ketika salah satu dari mereka bertindak maka semuanya kacau
balau, Aku menunggunya, Menunggu sapaan angin hangat dari nya, Terteguh diam sampai melihat angin mengedipkan sayupan matanya, menghempas pelan kibasan resahnya, alunan rindunya, Seakan tak segan menoleh kebelakang hanya untuk
melihatnya berjalan menyapa desahan angin, tiupannya hangat, dan melepas semua kejenuhan raga desakan sang jiwa
