Labels.

Jumat, 07 Desember 2012

Biarkan Gerimis Berbicara

Biarkan gerimis yang berbicara semua tentang kita dan kita menyimak,
Tapi agak aneh... semua tentang kita? Berapa banyak rupanya 
kenangan yang sudah kita buat?
Biarkan Gerimis Berbicara
Aku bisa merasakan tangannya yang dingin, tapi mengandung 
sejuta kehangatan, Terjun kedalam keheningan, bebas, lepas, berputar-putar dalam ruang bernama alam semesta
dinaungi kubah langit yang sangat luas, Berpijak pada tanah tak terbatas, mendengarkan kicauan burung pagi hari desau angin yang tipis, Mencium bau embun yang nyaris jatuh dari ujung dedaunan yang hijau,
Kehilangan memang selalu berteman dengan kehidupan,
Tapi kehilangan selalu datang berhubungan dengan sesuatu yang baru, MENDUNG TAK SELALU MENCERITAKAN DUKA, Ketika awan menetralisir mendung hingga jadi lebih cerah, tanpa adanya 
hujan dan menghadirkan tangis, MENDUNG TAK SELALU BERARTI HUJAN!!!


Diadaptasi dari Novel Cloudy                                                                                      Yolanda Rizwany

Kamis, 01 November 2012

Sapaan Angin


Seketika menyapa, menyambutku dengan indah, membangunkan aura lembut pagi hari
Terkadang berwarna pekat seperti cahaya, Terkadang menetes manis bagai embun pagi
Sapaan Angin
Tetapi terkadang berbau menyengat bagai bangkai tak berdosa, Ada apa? Kau bukan lukisan! Kau juga bukan pajangan atau hiasan dinding belaka! Kau panorama indah !
Beriak bagai air ! Tersenyum mengoyak jantung ! Akal sehat terbalik sempurna! Ketika salah satu dari mereka bertindak maka semuanya kacau balau, Aku menunggunya, Menunggu sapaan angin hangat dari nya, Terteguh diam sampai melihat angin mengedipkan sayupan matanya, menghempas pelan kibasan resahnya, alunan rindunya, Seakan tak segan menoleh kebelakang hanya untuk melihatnya berjalan menyapa desahan angin, tiupannya hangat, dan melepas semua kejenuhan raga desakan sang jiwa


                                                                                                                            


                                                                                                                                    Yolanda Rizwany




Senin, 18 Juni 2012

Bukan Bangkai

Langit berubah menjadi kelam bukan berarti malam datang, 
sambutan hangat diufuk timur menjelma bagai awan pagi tak bermandikan dosa.
Dunia fana membangun kembali ceritanya, Diawal pagi, diawal terang bukan gelap. 
Selamat pagi wahai engkau sang pencipta alam.
Bukan Bangkai
Menanti sebuah skenario yang akan diperankan dalam kehidupan. Tokoh tokoh bajingan, ibis iblis bangsat, dan manusia manusia binal siap memerankan tokohnya satu demi satu, Akankah engkau memberikan secercah kebahagiaan dipagi basah akan bau semerbak embun ini? Ataukah engkau akan menitikkan  segaris teka teki dosa yang erat akan bayang bayang neraka jahanam? Jari jari penuh dosa, tangan lidah kemunafikan. Takdir garis tangan terlalu hina untu meminta bahagia. Liang lahat, kafan, batu nisan hanya itukah temanku tuhan? Tubuh ini masih jasad bukan bangkai !!

                                                                                           
                                                                                                                                       Yolanda Rizwany

Setiap Sabda Terucap Bertautan

Ketika tunas ini tumbuh serupa tubuh yang mengakar
Setiap nafas yang terhembus adalah kata
Setiap Sabda Terucap Bertautan
Angan, debur dan emosi bersatu dalam juga bertautan, Tangan kita terikat lidah kita menyatu, Maka setiap kata terucap adalah sabda pendita ratu, Diluar itu pasir, Diluar itu debu, Hanya angin meniup saja lalu terbang hilang tak ada, Tapi kita tetap menari, Menari cuma kita yang tau, Jiwa ini tandu, maka duduk saja, Maka akan kita bawa semua, Karena kita adalah satu


                                                                                        



                                                                                        Diadaptasi dari Film Ada Apa Dengan Cinta

Jumat, 01 Juni 2012

Sebuah Arti

Pernahkah kau rasakan kehilangan sesosok 
yang paling kau inginkan dalam hidupmu?
Pernahkah kau memikirkan suatu hal yang 
Sebuah Arti
tak pernah singgah sebentar dibenakmu.
Siapakah yang akan mendampingi hari harimu? Apakah yang selalu kau cari didunia yang fana ini? Siapa yang paling kau benci? Dan siapa yang paling kau cintai? Semua pertanyaaan diatas hanya hatimu dan relung jiwamu lah yang tau pasti jawabannya. Bukan mereka, bukan dia, atau bukan aku. Hidup tidaklah seburuk yang kau bayangkan, tidaklah seindah yang kau pikirkan, Hari hari dimasa depan cukup menegangkan urat saraf dan menghentikan denyut nadi. Akankah aku bahagia seperti mereka? Atau akankah mereka tertawa, menangis melihat keterpurukan dan hinanya diriku? Tuhan tolong selamatkan aku dari bayang bayang hitam nan kelam yang selalu menghantui mimpi disetiap tidurku, Tuhan izinkan aku merasakan ketenangan jiwa mendalam yang diimpikan setiap umatmu, Izinkan aku memuliakan 
namamu disetiap doa malam ku, Dengarkanlah 
satu kalimat yang selalu berulang aku 
ucapkan padamu “aku ingin bahagia”.


                                                                                                                                Yolanda Rizwany