Labels.

Senin, 18 Juni 2012

Bukan Bangkai

Langit berubah menjadi kelam bukan berarti malam datang, 
sambutan hangat diufuk timur menjelma bagai awan pagi tak bermandikan dosa.
Dunia fana membangun kembali ceritanya, Diawal pagi, diawal terang bukan gelap. 
Selamat pagi wahai engkau sang pencipta alam.
Bukan Bangkai
Menanti sebuah skenario yang akan diperankan dalam kehidupan. Tokoh tokoh bajingan, ibis iblis bangsat, dan manusia manusia binal siap memerankan tokohnya satu demi satu, Akankah engkau memberikan secercah kebahagiaan dipagi basah akan bau semerbak embun ini? Ataukah engkau akan menitikkan  segaris teka teki dosa yang erat akan bayang bayang neraka jahanam? Jari jari penuh dosa, tangan lidah kemunafikan. Takdir garis tangan terlalu hina untu meminta bahagia. Liang lahat, kafan, batu nisan hanya itukah temanku tuhan? Tubuh ini masih jasad bukan bangkai !!

                                                                                           
                                                                                                                                       Yolanda Rizwany

Setiap Sabda Terucap Bertautan

Ketika tunas ini tumbuh serupa tubuh yang mengakar
Setiap nafas yang terhembus adalah kata
Setiap Sabda Terucap Bertautan
Angan, debur dan emosi bersatu dalam juga bertautan, Tangan kita terikat lidah kita menyatu, Maka setiap kata terucap adalah sabda pendita ratu, Diluar itu pasir, Diluar itu debu, Hanya angin meniup saja lalu terbang hilang tak ada, Tapi kita tetap menari, Menari cuma kita yang tau, Jiwa ini tandu, maka duduk saja, Maka akan kita bawa semua, Karena kita adalah satu


                                                                                        



                                                                                        Diadaptasi dari Film Ada Apa Dengan Cinta

Jumat, 01 Juni 2012

Sebuah Arti

Pernahkah kau rasakan kehilangan sesosok 
yang paling kau inginkan dalam hidupmu?
Pernahkah kau memikirkan suatu hal yang 
Sebuah Arti
tak pernah singgah sebentar dibenakmu.
Siapakah yang akan mendampingi hari harimu? Apakah yang selalu kau cari didunia yang fana ini? Siapa yang paling kau benci? Dan siapa yang paling kau cintai? Semua pertanyaaan diatas hanya hatimu dan relung jiwamu lah yang tau pasti jawabannya. Bukan mereka, bukan dia, atau bukan aku. Hidup tidaklah seburuk yang kau bayangkan, tidaklah seindah yang kau pikirkan, Hari hari dimasa depan cukup menegangkan urat saraf dan menghentikan denyut nadi. Akankah aku bahagia seperti mereka? Atau akankah mereka tertawa, menangis melihat keterpurukan dan hinanya diriku? Tuhan tolong selamatkan aku dari bayang bayang hitam nan kelam yang selalu menghantui mimpi disetiap tidurku, Tuhan izinkan aku merasakan ketenangan jiwa mendalam yang diimpikan setiap umatmu, Izinkan aku memuliakan 
namamu disetiap doa malam ku, Dengarkanlah 
satu kalimat yang selalu berulang aku 
ucapkan padamu “aku ingin bahagia”.


                                                                                                                                Yolanda Rizwany