Siang identik dengan udara menyengat, tapi tidak
untuk hari ini, Beberapa celah mulai
dimasuki oleh tinta tinta abstrak, Tapi kata terlanjur sudah melekat dalam ingatan
ya aku terlanjur menjadikan dia objekku, Hari demi hari berganti tapi objek
yang ku tulis tak kunjung juga berganti, Ada apa gerangan? Tidak biasanya aku terlarut dalam panorama seperti ini, Aku mencoba menjelaskan kepada sekeliling, ya mungkin mereka bisa membuka akal sehatku kembali, Aku tergerak dari tempat tidurku, melihat jam dinding, Seketika mulai menulis apa yang aku lamunkan diatas kasur, Bayangan yang lain muncul, mulai menggusikku dengan segala akalnya, Aku tidak menjauhinya tetapi mulai terbesit didalam benak, Heningku memadamkan segalanya, Kobaran rasa ingin tahu tentang bagaimana sosok anda perlahan luntur begitu
saja, Aku tidak ingin memulai semua ini, Tapi jiwaku hampir gila karna heningku yang tak terbatas, Sikap dingin mulai kuhilangkan, Perlahan tapi terjadi lagi, Kembali sikap itu menghantuiku, Bayangan sendu ku mulai terlihat, ya terlihat tapi nyata, Dan sepertinya belum berwarna, Lalu bagaimana dengan bayangan semu? Haruskah aku menutup lembaran untuknya perlahan, Mungkin..
Yolanda Rizwany
dimasuki oleh tinta tinta abstrak, Tapi kata terlanjur sudah melekat dalam ingatan
ya aku terlanjur menjadikan dia objekku, Hari demi hari berganti tapi objek
![]() |
| Heningku Memadamkan Segalanya |
Yolanda Rizwany

Tidak ada komentar:
Posting Komentar